828533
Berita
light_mode
Trending Tags

Mendagri Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Perkotaan di Tengah Isu Urbanisasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SijiAceh.Com | Banda Aceh  20/4/2026 — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pentingnya pengelolaan perkotaan yang terencana dan berkelanjutan di tengah arus urbanisasi yang terus meningkat. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan pertumbuhan kota tetap produktif, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

Hal tersebut disampaikan Mendagri saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (20/4/2026).

 

Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa kota saat ini menjadi pusat ekonomi nasional sekaligus titik paling rentan terhadap berbagai persoalan sosial.

Kalau tidak dikelola dengan baik, mereka akan menjadi korban. Pendidikan tidak cukup, tidak mampu bersaing, akhirnya bisa masuk ke kejahatan,” tegas Mendagri.

Ia menjelaskan, fenomena urbanisasi yang tidak terkendali akan memicu berbagai masalah seperti kawasan kumuh (slum area), meningkatnya kriminalitas, hingga tekanan biaya hidup yang tinggi di kota.

Secara tidak langsung, Mendagri menggambarkan bahwa peran kota di Indonesia sangat strategis karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan tempat tinggal mayoritas penduduk.

Bahkan, ia menyinggung pengalaman negara maju seperti Jepang yang mengalami dampak serius akibat urbanisasi ekstrem.

 

Menurutnya, jika pembangunan kota tidak dirancang dengan baik, maka efek jangka panjangnya bisa sangat berat, mulai dari mahalnya biaya hidup hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya tata ruang kota yang disiplin.

Kota yang bagus adalah kota yang memiliki desain. Bukan kota yang tumbuh semaunya,” ujarnya.

Mendagri juga mengingatkan bahwa kebijakan yang tidak konsisten, terutama perubahan ruang hijau menjadi kawasan komersial, akan berdampak langsung pada bencana seperti banjir.

Selain itu, ia menilai kota di Indonesia masih belum ramah terhadap pejalan kaki dan minim ruang terbuka hijau, padahal hal tersebut terbukti meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam konteks ini, Mendagri mencontohkan praktik di negara lain seperti Singapura yang berhasil menekan biaya kesehatan melalui pembangunan ruang hijau dan fasilitas publik yang baik.

 

Menutup pesannya, Mendagri kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mampu mengendalikan pertumbuhan kota agar tidak menjadi sumber masalah baru.

Secara tidak langsung, ia mengingatkan bahwa tanpa perencanaan yang matang, kota bisa berubah dari pusat pertumbuhan menjadi pusat krisis.

Sebagai informasi, APEKSI merupakan wadah 98 pemerintah kota di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembangunan perkotaan.

Kegiatan Raker Komwil I ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Rapat Kerja Nasional APEKSI yang direncanakan digelar di Medan pada pertengahan 2026.

Selain itu, pemilihan Kota Banda Aceh sebagai tuan rumah menjadi titik penting konsolidasi kebijakan perkotaan, terutama dalam menghadapi tantangan global dan domestik.##

(Red)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meugang dan Ziarah: Mengikat Silaturahmi Hingga ke Alam Kubur

    Meugang dan Ziarah: Mengikat Silaturahmi Hingga ke Alam Kubur

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Oleh: Ripi Hamdani, S.Ag., M.Ag (Simpul Pemuda Kampung Atu Kapur, Kec. Pantan Cuaca) LangSatu.Com | Aceh Tengah  18/2/2026 Dalam masyarakat muslim, khususnya di wilayah Gayo Lues, hari Meugang bukan sekadar momentum menyambut datangnya bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi nilai spiritual dan sosial yang sangat kuat. Salah satu kebiasaan yang telah mengakar adalah […]

  • FATAL!!! K3 DIINJAK-INJAK? PT. Fajar Baizuri &Brothers Diduga Abaikan Keselamatan, Nyawa Pekerja Dipertaruhkan

    FATAL!!! K3 DIINJAK-INJAK? PT. Fajar Baizuri &Brothers Diduga Abaikan Keselamatan, Nyawa Pekerja Dipertaruhkan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Ali Langsa
    • visibility 308
    • 0Komentar

    jum’at, 17 April 2026 SijiAceh.Com |Nagan Raya, Aceh — Praktik kerja yang diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kembali mencoreng wajah industri di Aceh. Kali ini, sorotan keras tertuju pada PT. Fajar Baizuri & Brothers yang beroperasi di kawasan Ceubreng, Babah Rot, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya.   Hasil Temuan awak media […]

  • LIRA Langsa Siap Bangkit Kawal Kepentingan Masyarakat Dibawah Kepemimpinan Julian

    LIRA Langsa Siap Bangkit Kawal Kepentingan Masyarakat Dibawah Kepemimpinan Julian

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ali Langsa
    • visibility 186
    • 1Komentar

    SijiAceh.Com | Kota Langsa (Aceh) 12/6/2026 — Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Langsa kembali aktif. Lembaga yang dulu pernah eksis di bawah kepemimpinan Cut Liem itu kini tampil dengan wajah baru setelah sempat lama vakum. Kebangkitan LIRA Langsa kali ini dinahkodai Julian, pemuda asal Kota Langsa. Di bawah kepemimpinannya, LIRA menyatakan komitmen untuk menjadi corong […]

  • GAMPATA Serahkan Kajian Anggaran Bencana ke Kepolisian Daerah Aceh, Soroti Transparansi BTT dan TKD

    GAMPATA Serahkan Kajian Anggaran Bencana ke Kepolisian Daerah Aceh, Soroti Transparansi BTT dan TKD

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 326
    • 0Komentar

    SijiAceh.Com | Banda Aceh 19/2/2026  Gerakan Anak Muda Pembela Tanoh Aceh (GAMPATA) menyerahkan kajian dan analisis terkait pengelolaan anggaran penanganan bencana hidrometeorologi 2025 kepada Direktorat Intelijen Keamanan (Dit Intelkam) Kepolisian Daerah Aceh, Kamis, 19 Februari 2026. Dokumen itu diterima langsung oleh Direktur Intelkam di Markas Polda Aceh. Koordinator GAMPATA, Sabaruddin, mengatakan kajian tersebut disusun berdasarkan penelusuran informasi terbuka […]

  • Dewan Pers & Komnas HAM Bersatu: Negara Perkuat Benteng Perlindungan Jurnalis

    Dewan Pers & Komnas HAM Bersatu: Negara Perkuat Benteng Perlindungan Jurnalis

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Dewan Pers & Komnas HAM Bersatu: Negara Perkuat Benteng Perlindungan Jurnalis SIJI ACEH.Com | Jakarta – Komitmen negara dalam melindungi jurnalis kembali ditegaskan. Dewan Pers dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat perlindungan, keselamatan, dan kebebasan pers di Indonesia. Penandatanganan dilakukan di kantor Dewan Pers, Jalan Kebon […]

  • Pemerintah Aceh: Anggaran BTT Untuk Relawan Wujud Pentahelix Penanganan Darurat Bencana Aceh

    Pemerintah Aceh: Anggaran BTT Untuk Relawan Wujud Pentahelix Penanganan Darurat Bencana Aceh

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Pemerintah Aceh: Anggaran BTT Untuk Relawan Wujud Pentahelix Penanganan Darurat Bencana Aceh SIJI ACEH.Com | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa proses perekrutan hingga pemberian dukungan operasional kepada relawan penanggulangan bencana dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi nasional. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai persepsi publik terkait penyaluran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun […]

expand_less LAGI