Diduga Suami Sekdes Ikut Bermain Dalam pengelolaan Dana Desa di Sungai Raya
- account_circle Ali Langsa
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 341
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SijiAceh.Com | Aceh Timur – 04/05/2026 Terkait Dugaan menyalah gunakan wewenang dan dana desa di salah satu Gampong di kecamatan Sungai Raya Aceh Timur, diduga suami sekdes ikut terlibat di dalamnya.
Pasalnya saat team media berusaha mengkonfirmasi terkait isu penyalah gunaan wewenang dan dana desa, oknum sekdes tak mau menanggapi.
Diduga oknum sekdes di larang oleh suaminya untuk tidak bicara dengan laki-laki (Wartawan)
Terbukti pada Sabtu 2 Mei 2026 Pukul 12:04 WIB seseorang menelpon awak media dan mengaku sebagai suami sekdes yang di beritakan di media sijiaceh.com yang ditayang satu jam sebelumnya, dengan judul “Terkait Polemik di Sungai Raya, Oknum Sekdes dan Ketua Organisasi Ilegal Salah Kaprah”
Dengan nada marah-marah (Emosi) suami oknum sekdes tersebut menanyakan salah apa istrinya dan kenapa berita tidak berimbang.
Awak media berusaha menjelaskan dan menenangkanya dengan mengatakan bahwa team media sudah berusaha menghubungi sekdes tapi sekdes tidak menggubrisnya.
“Kan gak mungkin tak ada tanggapan lantas berita gak tayang”. jawab awak media.
Awak media menegaskan. Bila tak ada tanggapan maka berita tetap tayang dengan keterangan, hingga berita ini di terbitkan sekdesnya tidak mau dikonfirmasi terkait hal tersebut.
Pukul 13:36 WIB suami oknum sekdes kembali menelpon awak media dan mengajak jumpa untuk mengkonfirmasi pemberitaan, ianya ingin mewakili istrinya bicara terkait pemberitaan.
Awak media sijiaceh.com menolak dengan tegas bahwa konfirmasi tidak boleh di wakilkan.
“Dia itu istri saya, apa boleh dia bicara dengan laki-laki?”.(wartawan). Awak media menjawab “Boleh” Karna dia adalah seorang pelayan publik (Sekdes)
Saat suami oknum sekdes tersebut bingung dan dia mengalihkan pembicaraan dengan sedikit meng intimidasi dengan mengatakan ianya memiliki kenalan dan famili di Polda.
“Apa ku telpon sekarang”! tanyanya. Dengan tegas awak media menjawab “Silahkan”.
Merasa tak berhasil mengintimidasi, suami oknum sekdes berusaha menyuab awak media dengan uang. Ianya bertanya, “berapa kamu di bayar untuk naikan berita?”
“Sayakan punya uang juga, itu mobil saya gak ada duanya di kota langsa, semua kita tau bagai mana wartawan, ujung-ujungnya kan uang. Sekarang anda sebutkan angkanya” (dalam bahasa Aceh)
“Dulu ada seorang wartawan menyoroti terkait pembangunan parit di desa tersebut dan telah saya berikan 2 juta”.
“Sekarang anda sebutkan angkanya”.
Dengan nada tegas dan pasti awak media menjawab,
” Saya tidak terima sepeserpun dari nara sumber, kalau abang mau bayar maka datangi nara sumber saya yang sudah anda kenali dan berikan uang tersebut kepadanya, saya gak akan terima sepeserpun dan dari siapapun terkait kasus ini”
“Perlu abang ketahui rambut sama hitam tapi jalan fikiran berbeda-beda, jadi jangan pernah abang samakan saya dengan wartawan yang telah abang kenal sebelumnya”.
“Tugas saya selaku awak media adalah pengontrol publik dan saya tidak memihak siapapun”.
“Saya akan menulis apapun laporan dari masyarakat dan saya akan tulis apapun jawaban dari hasil konfirmasi.
“Masalah mana yang benar dan mana yang salah masyarakatlah yang menilai” ungkap awak media sambil mohon izin untuk pergi.
Disini dapat terlihat jelas kalau suami sekdes ikut campur dan diduga ikut juga bermain dalam setiap kebijakan terkait dana desa pada saat sekdes merangkap jabatan sebagai geuchik.##
(Team-Red)
- Penulis: Ali Langsa














Saat ini belum ada komentar