828533
Berita
light_mode
Trending Tags

Refleksi Setahun Kepemimpinan Sayuti–Husaini: Antara Rutinitas dan Transformasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lhokseumawe | SijiAceh.Com 18/2/2026 Malam meugang di Lhokseumawe selalu menghadirkan suasana reflektif. Di tengah tradisi menyambut Ramadan, momentum ini kerap dimaknai bukan sekadar perputaran waktu, tetapi juga saat untuk menilai diri—termasuk menilai arah kepemimpinan publik.

Tepat 17 Februari 2026, genap satu tahun pasangan Sayuti–Husaini memimpin Kota Lhokseumawe setelah dilantik pada 17 Februari 2025 oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Sejak pelantikan itu, mandat politik berubah menjadi tanggung jawab pemerintahan yang dituntut menghadirkan hasil nyata.

Pengamat kebijakan publik, Sofyan, S.Sos, menilai satu tahun memang belum cukup untuk memberikan vonis akhir terhadap sebuah pemerintahan. Namun, menurutnya, satu tahun sudah memadai untuk membaca arah.

“Pertanyaannya bukan lagi soal janji, melainkan soal desain kepemimpinan. Apakah kita sedang melihat manajemen rutinitas, atau embrio transformasi?” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Mengelola atau Mengubah?

Dalam teori kepemimpinan publik, terdapat perbedaan mendasar antara kepemimpinan administratif dan kepemimpinan transformatif. Kepemimpinan administratif berfungsi menjaga stabilitas dan memastikan roda pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya. Sebaliknya, kepemimpinan transformatif berani membongkar pola lama dan membangun sistem baru yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Visi “Kota Cerdas dan Nyaman Huni” dinilai progresif. Namun, Sofyan mengingatkan bahwa visi tidak cukup berhenti sebagai slogan.

“Kota tidak membutuhkan narasi modern yang terdengar canggih. Kota membutuhkan tata kelola yang terasa dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia mencontohkan persoalan sampah yang masih berulang, penataan kawasan yang belum menunjukkan pembenahan sistemik, hingga jalan terdampak proyek SPAM yang dinilai belum mendapat kepastian perbaikan. Menurutnya, jika problem-problem tersebut belum disentuh secara struktural, maka yang terjadi baru sebatas pengelolaan rutinitas dengan kemasan baru.

“Kota ini tidak kekurangan program. Kota ini kekurangan konsistensi sistem,” katanya.

Legitimasi dan Ukuran Kinerja

Dalam demokrasi, legitimasi awal diperoleh melalui pemilihan. Namun legitimasi lanjutan, kata Sofyan, ditentukan oleh kinerja yang terukur.

Ia menyoroti tidak diperolehnya Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2025 sebagai indikator penting. Menurutnya, DID bukan semata soal tambahan anggaran, tetapi simbol pengakuan atas capaian kinerja pemerintah daerah.

“Pada periode sebelumnya, Lhokseumawe pernah memperoleh DID sekitar Rp5,73 miliar. Itu artinya standar kinerja tersebut bukan sesuatu yang mustahil dicapai. Ketika capaian itu tidak lagi diperoleh, publik wajar bertanya,” ujarnya.

Selain itu, serapan anggaran yang belum optimal juga dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan kemampuan kepemimpinan dalam mengonsolidasikan birokrasi.

Rotasi pejabat yang telah dilakukan, menurutnya, belum tentu identik dengan reformasi birokrasi. “Rotasi tanpa perubahan sistem dan target terukur hanya memindahkan figur, bukan memperbaiki struktur,” katanya.

Sofyan menyebut sejumlah persoalan klasik yang masih menjadi pekerjaan rumah, seperti parkir semrawut, kawasan kumuh, pengelolaan sampah, potensi kebocoran pendapatan daerah, hingga minimnya ruang terbuka hijau.

Jika pola penyelesaiannya masih parsial dan reaktif, ia menilai publik berhak mempertanyakan desain kebijakan yang dijalankan.

“Kepemimpinan diuji bukan pada seberapa banyak program diumumkan, tetapi pada seberapa dalam akar masalah disentuh. Kebijakan permukaan tidak pernah menghasilkan perubahan struktural,” tegasnya.

Menurut Sofyan, tahun pertama seharutnya menjadi fondasi arah lima tahun ke depan. Empat tahun tersisa memang memberi ruang perbaikan, namun waktu panjang tidak otomatis melahirkan perubahan jika pola awal tidak menunjukkan keberanian merombak sistem.

Ia menekankan bahwa kritik bukan bentuk permusuhan, melainkan mekanisme penyeimbang dalam demokrasi. Oposisi, katanya, bukan ancaman bagi pemerintahan, melainkan pengingat agar kekuasaan tidak terjebak dalam zona nyaman administratif.

“Sejarah tidak mencatat seberapa sering visi diulang. Sejarah mencatat seberapa nyata perubahan diwujudkan,” ujarnya.

Satu tahun telah berlalu. Arah mulai terbaca. Kini publik Lhokseumawe menanti: apakah kepemimpinan Sayuti–Husaini akan naik kelas menjadi transformasi yang sesungguhnya, atau tetap berada dalam orbit pengelolaan administratif?

Waktu akan terus berjalan. Dan waktu, pada akhirnya, tidak pernah berpihak pada stagnasi.(*)

(Fortis)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Aceh Dampingi Mendagri ke Aceh Tamiang dan Bener Meriah, Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan Cepat

    Wakil Gubernur Aceh Dampingi Mendagri ke Aceh Tamiang dan Bener Meriah, Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan Cepat

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Aceh Dampingi Mendagri ke Aceh Tamiang dan Bener Meriah, Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan Cepat SIJI ACEH.Com | ACEH TAMIANG – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mendampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meninjau dan memantau langsung penanganan pascabencana di Aceh, Minggu (11/1/2026), dimulai dari Kabupaten Aceh Tamiang dan dilanjutkan ke Kabupaten Bener Meriah. Di […]

  • Diduga Tidak Transparan Gunakan  Dana Desa Sejumlah Warga Minta Inspektorat Kabupaten Lakukan Audit

    Diduga Tidak Transparan Gunakan Dana Desa Sejumlah Warga Minta Inspektorat Kabupaten Lakukan Audit

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Ali Langsa
    • visibility 136
    • 0Komentar

    SijiAceh.Com | Aceh Timur 10/5/2026 – Dugaan Penyimpangan Dana Pembangunan Gampong di Alue Itam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, menjadi sorotan tokoh masyarakat, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan media online. Sumber yang di peroleh media ini menyatakan, Ratusan warga Gampong Alue Itam mendesak Inspektorat Kabupaten Aceh Timur segera turun melakukan audit terhadap Pengelolaan Anggaran Gampong yang bersumber […]

  • DWP Kota Langsa Salurkan Bantuan Air Bersih Kepada Korban Banjir di Aceh Tamiang

    DWP Kota Langsa Salurkan Bantuan Air Bersih Kepada Korban Banjir di Aceh Tamiang

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 221
    • 0Komentar

    sijiaceh.com kota Langsa, Provinsi Aceh       Penasehat dan Ketua beserta Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Langsa mengunjungi dan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat korban banjir di Kampung Duren, Kecamatan Ranto , Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (27 Desember 2025). Bantuan air bersih ini diserahkan langsung oleh Penasehat DWP Kota Langsa, Ny. Devi Jeffry […]

  • Badan Gizi Nasional Diminta Siapkan Pos Pengaduan Dapur Makan Bergizi Gratis Secara Online

    Badan Gizi Nasional Diminta Siapkan Pos Pengaduan Dapur Makan Bergizi Gratis Secara Online

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Badan Gizi Nasional Diminta Siapkan Pos Pengaduan Dapur Makan Bergizi Gratis Secara Online SIJI ACEH.Com | ACEH TIMUR — Ketua LSM KANA (Komunitas Advokasi Nanggroe Aceh), Muzakir, meminta Badan Gizi Nasional untuk menyediakan pos pengaduan terkait dapur Makan Bergizi Gratis secara online. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat melaporkan keluhan atau masalah terkait program tersebut. Minggu […]

  • Jeffry Sentana Resmi Dikukuhkan Sebagai Ketua KORMI Kota Langsa Periode 2026–2030

    Jeffry Sentana Resmi Dikukuhkan Sebagai Ketua KORMI Kota Langsa Periode 2026–2030

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Ali Langsa
    • visibility 95
    • 0Komentar

    SijiAceh.Com | Kota Langsa 10/5/2025 – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Langsa resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2030. Jeffry Sentana S Putra dipercaya menakhodai kepengurusan sebagai Ketua KORMI Kota Langsa. Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pengembangan olahraga masyarakat di Kota Langsa sekaligus mendorong budaya hidup sehat, aktif, dan produktif di tengah masyarakat. […]

  • Dibawah Komando letkol INF Novi Widianto, TMMD 128 Rampungkan Seluruh Sasaran Tanpa Sisa

    Dibawah Komando letkol INF Novi Widianto, TMMD 128 Rampungkan Seluruh Sasaran Tanpa Sisa

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle NASRUL C.JB
    • visibility 105
    • 0Komentar

    SijiAceh.Com | Aceh Timur – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0104/Aceh Timur di Desa Alue Canang, Kecamatan Birem Bayeun, resmi menuntaskan seluruh sasaran fisik hingga mencapai 100 persen.Selasa (19/05/2026). Tidak hanya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), seluruh sasaran lain seperti pembangunan MCK, pembukaan dan pengerasan jalan, serta fasilitas pendukung lainnya […]

expand_less LAGI