Terkait Belum Dibangunya HUNTARA di Dusun Alue Buloh dan Padang Kasap, Gampong Alue Ie Mirah, Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe Angkat Bicara
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
- visibility 304
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Terkait Belum Dibangunya HUNTARA di Dusun Alue Buloh dan Padang Kasap, Gampong Alue Ie Mirah, Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe Angkat Bicara
SIJI ACEH.Com | ACEH TIMUR – Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bungoeng Lam Jaroe “Zulfadli S.Sos,I, M.M” menanggapi terkait belum dibangunya Hunian sementara (Huntara) di Dusun Alue Buloh dan Padang Kasap Desa (Gampong) Alu Ie Mirah kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur Mengatakan, agar pihak ‘CV Cahaya Intan Perkasa’ segara membangun Huntara secepat mungkin, Minggu (15/02/2026).
Zulfadli berharap agar jangan ada pihak-pihak yang menghambat program negara karena menurut beliau hal ini sangat di butuhkan oleh rakyat yang terdampak oleh bencana banjir, apa lagi ini mau mendekati bulan suci Ramadhan,

“Dalam hal ini pun Zulfadli menyampaikan, tidak menutup kemungkinan, Diduga adanya Oknum-oknum yang seakan-akan mencari keuntungan,” ujar Zulfadli.
Menurut Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe kembali menambahkan tentang alasan informasi yang didapatinya oleh ketua DPW SIJI ACEH yang di sampaikannya kepada saudara Zulfadli, Terkait alasan dari CV CAHAYA INTAN PERKASA tersebut dengan alasan “Belum di temukanya tempat penyimpanan meterial pembangunan Huntara” menurut Zulfadli hal tersebut diduga sebagai alasan yang di buat-buat agar dapat mengulur-ngulur waktu lebih lama lagi untuk membangun Hunian Sementara (HUNTARA) tersebut.

Masalahnya di Aceh Timur masih banyak ruko atau rumah kosong yang
belum terdampak oleh banjir apa salahnya Ruko (rumah) tersebut dijadikan sebagai tempat penyimpanan material bangunan, dalam hal ini tidak menutup kemungkinan di Depositokan anggaran bantuan tersebut.
Anggaran pembangunan tersebut memang sudah masuk ke rekening daerah dari pemerintah pusat dan juga hal ini menggambarkan ketidak sanggupan pemerintah daerah memegang amanah program dari pusat terkait bencana banjir di Aceh,” jelasnya.

“Selanjutnya Zulfadli menambahkan kembali saya akan segera menyurati pihak kementrian dalam negri yang dipercayakan sebagai Ketua Satgas bencana banjir ini,” tandas Zulfadli. S. Sos.l.MM selaku pendiri sekaligus aktivis LSM Bungongeng Lam Jaroe Aceh.
Redaksi
- Penulis: Redaksi
















Saat ini belum ada komentar