828533
Berita
light_mode
Trending Tags

Uang Anggaran Negara di Monopoli Untuk Kepentingan Pejabat Politik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Opini

Oleh : Zulfadli.S.sos.I.MM

Dua Kekuasaan, Satu Aturan

SijiAceh.Com | Di ruang rapat yang megah dan ber-AC, tergambar jelas pembagian peran yang telah berjalan turun-temurun. Eksekutif adalah pihak yang mengusulkan segala bentuk rencana dan anggaran, sedangkan legislatif memegang kuasa untuk mengesahkannya. Begitu ketat aturannya: usulan lahir dari eksekutif, barulah mendapat persetujuan dari legislatif.

 

Namun di balik aturan resmi itu, tersimpan kenyataan yang jarang terungkap. Menjadi pejabat politik di Konoha bukanlah jalan yang ditempuh tanpa biaya. Banyak modal, tenaga, dan sumber daya yang harus dikeluarkan sejak awal untuk bisa menduduki jabatan. Maka, ketika seseorang berhasil naik ke posisi kekuasaan, pikiran pertamanya bukan lagi semata-mata pelayanan publik, melainkan bagaimana cara mengembalikan modal yang telah dikeluarkan itu.

 

Caranya? Melalui aliran anggaran yang turun ke daerah. Setiap dana yang ditransfer dari pusat ke daerah, hampir selalu dapat dikelola, diatur, bahkan dimonopoli oleh eksekutif dan legislatif Konoha secara bersama-sama. Mereka bekerja sama dalam kesepakatan yang tak tertulis. Karena kedua lembaga ini tidak dapat menjalankan seluruh urusan teknis sendirian, mereka menggunakan aparatur sipil negara sebagai perpanjangan tangan.

 

Salah satu posisi kunci adalah Sekretaris Daerah. Secara struktur, ia menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran di tingkat daerah. Begitu pula dengan para Kepala Dinas, yang ditetapkan sebagai Pengguna Anggaran langsung di lapangan. Melalui mereka, mekanisme penguasaan keuangan negara berjalan lancar.

Jejak Penyusunan Anggaran

Ada pola yang terulang setiap tahun, seolah menjadi hukum tak tertulis.

Pertama, sebelum anggaran disahkan, pasti ada tahap pengusulan program. Meskipun secara prosedur teknis draf disusun dan diusulkan oleh dinas-dinas terkait, namun arah dan prioritasnya didominasi oleh kepentingan komisi-komisi di Legeslatif Usulan yang diajukan cenderung mengikuti keinginan politik, bukan semata-mata kebutuhan mendesak masyarakat.

 

Kedua, Sekretaris Daerah selaku Ketua Tim Anggaran tidak bekerja sendiri. Sebelum mengajukan usulan anggaran ke tingkat lebih tinggi, ia terlebih dahulu memastikan kepentingan Kepala Daerah terpenuhi. Itu menjadi syarat mutlak agar posisinya tetap aman dan dipercaya memegang jabatan.

 

Ketiga, Kepala Daerah pun memberikan perintah tegas kepada Sekda: seluruh Kepala Dinas atau Kepala Kantor harus tunduk sepenuhnya di bawah sistem yang dibangun, baik dalam hal administrasi maupun aliran keuangan. Tidak ada yang boleh berjalan sendiri di luar jalur kesepakatan.

 

Keempat, di sinilah inti permainan berlangsung. Para Kepala Dinas selaku Pengguna Anggaran menjadi ujung tombak pengaturan program di lapangan. Anggaran yang tertera di atas kertas sering kali nominalnya jauh lebih besar dibandingkan nilai riil yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan. Akibatnya, kualitas proyek dan pembangunan yang dihasilkan sangat rendah.

 

Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Seperti yang disinggung banyak pihak: para pejabat politik naik ke jabatan dengan mengeluarkan biaya besar. Untuk menutupnya, mereka mengambil bagian dari setiap proyek. Bahkan tidak jarang proyek yang sudah disetujui kemudian dijual hak pelaksanaannya kepada kontraktor lain. Maka tidak mengherankan jika hasil pembangunan negara sering kali tidak lagi bermutu sebagaimana yang diharapkan rakyat.

Bayang-bayang di Balik Pembangunan

Di tengah hiruk-pikuk laporan kemujung ajuan pembangunan yang disampaikan ke publik, ada cerita lain yang hidup. Jalan yang retak hanya setahun setelah dibangun, gedung yang dindingnya mudah lepas, fasilitas umum yang tidak berfungsi sempurna—semua itu adalah cerminan dari cara pengelolaan anggaran yang berorientasi pada kepentingan pribadi dan kelompok.

 

Mekanisme yang dibangun sedemikian rupa membuatnya sulit dibongkar. Eksekutif mengusulkan, legislatif mengesahkan, PNS di Konoha menjalankan teknisnya, dan di setiap tahap ada ruang bagi para pemegang kuasa untuk mengambil keuntungan. Ini bukan rahasia lagi, namun sering kali terselubung di balik tumpukan dokumen resmi dan rapat-rapat yang terkesan rapi.

 

Uang yang seharusnya menjadi hak rakyat, berputar masuk ke dalam lingkaran kekuasaan, digunakan untuk menutup modal dan mengembangkan kekuasaan itu sendiri. Dan selama pola ini dibiarkan berjalan, maka mutu pelayanan serta pembangunan daerah akan terus terjebak dalam keterbatasan dan kekecewaan masyarakat.

cerita ini hanyalah sebuah fiktif belaka dan cerita ini diambil dari sebuah kisah di negara konoha, apa bila ada kemiripan atau kesamaan itu sebuah kebetulan saja.(*)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpin upacara HUT PERSAJA ke 75, Kejati Aceh Dorong PERSAJA Jadi Garda Terdepan

    Pimpin upacara HUT PERSAJA ke 75, Kejati Aceh Dorong PERSAJA Jadi Garda Terdepan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Maslidar
    • visibility 92
    • 0Komentar

      Kamis, 7 Mei 2026 ACEH – Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Yudi Triadi,S.H.,M.H., memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) yang digelar pada Rabu, 6 Mei 2026 di Halaman Kantor Kejati Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Kajati Aceh membacakan amanat tertulis Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin, selaku Pelindung PERSAJA. Jaksa Agung menegaskan […]

  • Pemerintah Akan Berlakukan Pembatasan Operasional Kendaraan di Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Bireuen

    Pemerintah Akan Berlakukan Pembatasan Operasional Kendaraan di Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Bireuen

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Pemerintah Akan Berlakukan Pembatasan Operasional Kendaraan di Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Bireuen SIJI ACEH.Com | BANDA ACEH – Pemerintah akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan di Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Pembatasan ini mulai berlaku pada Minggu (18/01/2026). Juru Bicara Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin mengatakan, kebijakan ini diambil untuk mencegah […]

  • Penyanluran BLT Korban Banjir Gampong Teungoh Langsa Berlangsung Tertip.

    Penyanluran BLT Korban Banjir Gampong Teungoh Langsa Berlangsung Tertip.

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Ali Langsa
    • visibility 105
    • 0Komentar

      Sijiaceh.web.id Kota Langsa 12/06/2025    Penyanluran BLT Korban Banjir Gampong Teungoh Langsa Berlangsung Tertip.Gampong Teungoh Kota Langsa membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilaksanakan di mesjid istiqamah Gampong Teungoh bejrjalan dengan begitu tertip,aman dan damai. Sabtu 6/12/2025. Penyerahan bantuan yang berasal dari APBK tersebut langsung diserahkan oleh Geuchik Gampong Teungoh untuk 2046 KK yg ada […]

  • DWP Kota Langsa Salurkan Bantuan Air Bersih Kepada Korban Banjir di Aceh Tamiang

    DWP Kota Langsa Salurkan Bantuan Air Bersih Kepada Korban Banjir di Aceh Tamiang

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    sijiaceh.com kota Langsa, Provinsi Aceh       Penasehat dan Ketua beserta Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Langsa mengunjungi dan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat korban banjir di Kampung Duren, Kecamatan Ranto , Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (27 Desember 2025). Bantuan air bersih ini diserahkan langsung oleh Penasehat DWP Kota Langsa, Ny. Devi Jeffry […]

  • Danantara Siap Kebut Hunian Sementara Sebanyak 600 Unit di Aceh Tamiang

    Danantara Siap Kebut Hunian Sementara Sebanyak 600 Unit di Aceh Tamiang

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Aceh Tamiang sijiaceh.com 28/12/2025       – PT Hutama Karya (Persero) berencana membangun 120 unit hunian sementara (huntara) untuk mendorong pemulihan pasca bencana di Aceh Tamiang. Langkah ini sejalan dengan arahan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut membantu korban bencana Aceh dan Sumatera. Rencananya, BUMN […]

  • Pangdam IM Kunker ke Yonif TP 958/Rangkong Meukuree, Tegaskan Disiplin Kunci Profesionalisme Prajurit

    Pangdam IM Kunker ke Yonif TP 958/Rangkong Meukuree, Tegaskan Disiplin Kunci Profesionalisme Prajurit

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Maslidar
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Rabu, 6 Mei 2026 ( Tim Siji Nagan Raya), Aceh Barat Daya – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., melaksanakan kunjungan kerja ke Yonif TP 958/Rangkong Meukuree yang bertempat di Desa Rambong, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya, Selasa (05/05/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pangdam IM didampingi oleh Danrem 012/Teuku […]

expand_less LAGI