828533
Berita
light_mode
Trending Tags

Tambang Galiansi Ilegal Gedung Pase Wilayah Hukum Polres Lhokseumawe Terkesan Kebal Hukum 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SijiAceh.Com | Lhokseumawe – Mediaviral galian C berupa pengerukan pasir sungai di kawasan Geureudong Pasee, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih terus beroperasi secara terangterangan. Ironisnya, kegiatan ini berlangsung tanpa hambatan, seolah kebal hukum dan luput dari pengawasan aparat penegak hukum (APH) maupun dinas terkait. Pantaun terakhir media ini Sabtu (4/4/26)

 

Di lokasi, alat berat bebas mengeruk badan sungai setiap hari. Truk-truk pengangkut keluar masuk tanpa kontrol.

Tidak terlihat adanya tindakan penghentian, meskipun dampak kerusakan lingkungan semakin nyata mengkhawatirkan.

Sungai Dirusak, Negara Seolah Diam yang terjadi bukan lagi kejahatan lingkungan akibatnya sungai berubah drastis akibat berlebihan.

Erosi semakin parah dan tidak mengancam: Pemukiman warga Infrastruktur sekitar

Keseimbangan ekosistem sungai Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: di mana peran negara?

Diduga llegal dan Melanggar Hukum Berat.

Aktivitas galian C tanpa izin jelas merupakan pelanggaran hukum serius.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020

tentang Minerba Pasal 158 “Pelaku tambang ilegal terancam penjara hingga 5 tahun dan denda Rp100 miliar”

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup Pasal 98 “Perusakan lingkungan dapat dipidana hingga 10 tahun penjara dan denda miliaran rupiah”

 

Fakta di lapangan menunjukkan aktivitas tetap berjalan, memperkuat dugaan adanya pembiaran sistematis.

Aroma Pembiaran dan Kepentingan

Keuntungan besar dari bisnis pasir diduga menjadi alasan utama aktivitas ini terus berlangsung. Sementara itu, kerugian justru ditanggung masyarakat dan lingkungan.

 

Pengelolaan usaha dibawah perintah yang akrab disapa Bagia sapaan akrab yang merasa dirinya dekat dengan Kapolres Lhokseumawe.

melalui Sambungan Media Sosial WhatsApp (4/4/26) Bagia mengaku kepada media ini Bahwa pihaknya sebelum melakukan aktifitas penambangan Minerba di Gereudong Pase Pihak nya sudah banyak biaya pengeluaran atas akibat daripada perbaikan jalan dari lokasi Blang Mangat menuju Kecamatan gedung Paseh dengan rekonstruksi pembuatan jalan yang menelan anggaran lumayan banyak diantaranya menyewa alat berat satu hari 12 juta kali 9 hari.

lanjut Bahagia selaku pihak pengelola galian tambang Minerba galian si ilegal artinya tanpa izin dari pemerintah pihaknya fokus dalam minggu-minggu ini untuk kegiatan di Kecamatan Gerdong Pase.

Tambang galiansi ilegal di gedung pase wilayah hukum Polres Lhokseumawe terkesan kebal hukum

Perkembangan terakhir pantauan media ini saat mengkonfirmasi langsung mantan pengelola yang akrab disapa pak mukim Rabu (8/4/26) dengan tugas mengatakan bahwa saat ini pengelola oleh bagian dan dibantu oleh dua rekan media yang akrab Disapaa Rimung Buloh dan Siwah untuk urusan wartawan” unkap pak mukim melalui sambungan Media Sosial WhatsApp

 

Sementara itu saat dikonfirmasi ribungbuloh mengatakan bahwa pihaknya baru saja mengelola selama 2 minggu terakhir dan perlu digarisbawahi kegiatan tersebut merupakan milik rame-rame Indonesia izin pemerintah tidak dimiliki oleh pihaknya. 

Aksi marak galian c ilegal di gedung Paseh jenis batu koral pasir tersebut hingga sampai saat berita ini diturunkan masih beroperasi yang dilematisnya di backup oleh salah satu media wartawan lokal berinisial r dan s…

walau kegiatan yang dimaksud untuk kepentingan dalam hal kegiatan positif seperti anak yatim kegiatan pembuatan jalan dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan penghasilan dari kegiatan galian si ilegal Sama halnya jug membiarkan sebuah perbuatan melawan hukum baik disengaja maupun tidak disengaja haruslah ditertibkan sesuai aturan yang berlaku.##

(REPORT BY CHANDRA )

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Babinsa Koramil 15/Peureulak Barat Hadiri Kenduri Blang, Wujud Sinergi TNI dan Masyarakat

    Babinsa Koramil 15/Peureulak Barat Hadiri Kenduri Blang, Wujud Sinergi TNI dan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    SijiAceh.com –Aceh Timur  Babinsa Koramil 15/Peureulak Barat, Kodim 0104/Aceh Timur, Serda Sugeng Riyadi, menghadiri acara Kenduri Blang yang digelar oleh masyarakat Desa Tanjung Tualang, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, pada Minggu (11/1/2026). Kehadiran Babinsa dalam kegiatan adat tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap pelestarian kearifan lokal sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dan kemanunggalan TNI […]

  • Sejumlah Kaum Emak-emak di Aceh Tengah Protes Penagihan Utang Beratkan Korban Terdampak Bencana

    Sejumlah Kaum Emak-emak di Aceh Tengah Protes Penagihan Utang Beratkan Korban Terdampak Bencana

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sejumlah Kaum Emak-emak di Aceh Tengah Protes Penagihan Utang Beratkan Korban Terdampak Bencana SIJI ACEH.Com | ACEH TENGAH – Sejumlah kaum ibu atau emak-emak yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Gayo menggelar unjuk rasa di DPRK Aceh Tengah. Mereka memprotes praktik penagihan dari berbagai perusahaan pembiayaan di Aceh Tengah sangat memberatkan warga yang terdampak bencana banjir dan […]

  • Klarifikasi PT Fajar Baizuri Soal Hewan Ternak Warga Mati Diduga akibat Limbah

    Klarifikasi PT Fajar Baizuri Soal Hewan Ternak Warga Mati Diduga akibat Limbah

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Ali Langsa
    • visibility 196
    • 0Komentar

    SijiAceh.Com | Nagan Raya (23/03/26) Perusahaan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Fajar Baizuri & Brothers (FBB) membantah tudingan hewan ternak warga dan ikan mati yang diduga akibat meminum air sungai krueng tadu yang diduga tercemari limbah perusahaan. Bantahan itu disampaikan langsung oleh Areal Managger PT Fajar Baizuri & Brother, Leo Dedi Yanto melalui Humas […]

  • Sinergi TNI dan Puskesmas, Warga Blangsunong Terima Layanan Kesehatan Pasca Banjir

    Sinergi TNI dan Puskesmas, Warga Blangsunong Terima Layanan Kesehatan Pasca Banjir

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    SijiAceh.Com | Aceh Timur 16/1/2026  Koramil 20/Pantee Bidari Kodim 0104/Aceh Timur melalui Babinsa turut mendampingi kegiatan pemberian bantuan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak bencana banjir di Dusun Parel, Dusun Blangsunong, dan Dusun Pelalu, Desa Blangsunong, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Jumat(16/1/2026). Pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan oleh Puskesmas Matang Pudeng Kecamatan Pantee Bidari yang dipimpin oleh […]

  • Kasdam Iskandar Muda Pimpin Upacara Sertijab dan Tradisi Satuan Pejabat Kodam IM

    Kasdam Iskandar Muda Pimpin Upacara Sertijab dan Tradisi Satuan Pejabat Kodam IM

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Maslidar
    • visibility 74
    • 0Komentar

      Rabu, 13 Mei 2026 Banda Aceh – Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigadir Jenderal TNI Dwi Sasongko, S.E., M.H., mewakili Panglima Kodam Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Tradisi Satuan Pejabat Kodam Iskandar Muda yang berlangsung khidmat di Gedung Malahayati Makodam Iskandar Muda, Banda […]

  • Pembangunan Hunian Pasca Bencana Aceh Hadapi Kendala Material

    Pembangunan Hunian Pasca Bencana Aceh Hadapi Kendala Material

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Pembangunan Hunian Pasca Bencana Aceh Hadapi Kendala Material SIJI ACEH.COM | Lhokseumawe – Pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di Aceh masih menghadapi sejumlah kendala. Dari total kebutuhan lebih dari 20.000 unit hunian, hingga kini baru sekitar 3.000 unit yang telah selesai dibangun. Sedangkan 6000 unit masih dalam proses pembuatan. Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana […]

expand_less LAGI