828533
Berita
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemasyarakatan Kemarin, Hari Ini dan Nanti

Pemasyarakatan Kemarin, Hari Ini dan Nanti

  • account_circle Ali Langsa
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Dwi Chandra Pranata, S.Psi., M.Si

SijiAceh.Com | Banda Aceh   Pemasyarakatan bukan sekadar istilah dalam sistem peradilan pidana. Ia adalah wajah kemanusiaan bagi negara dalam memperlakukan mereka yang tersandung hukum.

Di balik tembok dan jeruji lembaga pemasyarakatan, sesungguhnya tersimpan harapan tentang perubahan, perbaikan, dan kesempatan kedua bagi setiap insan. Mereka tentu memiliki harapan untuk melakukan perubahan.

Penyesalan, kesedihan, dan penderitaan yang mereka alami akan menjadi cambuk pengingat yang menjadikan mereka sebagai insan yang baru dan siap untuk beradaptasi dengan kehidupan yang baru pula. Pemasyarakatan hadir sebagai bagian dari sistem yang akan mewujudkan harapan mereka.

Pemasyarakatan Kemarin, Dari Penjara ke Pembinaan

Jika kita melihat sejarahnya, sistem pemasyarakatan di Indonesia lahir sebagai koreksi atas sistem kepenjaraan kolonial yang menitikberatkan pada pembalasan. Gagasan besar ini dipelopori oleh Sahardjo pada era 1960-an, yang memperkenalkan filosofi bahwa narapidana bukan untuk dibalas dendam, melainkan untuk dibina agar kembali menjadi anggota masyarakat yang berguna.

Konsep ini menegaskan bahwa pidana bukanlah akhir dari kehidupan seseorang. Negara hadir untuk memastikan bahwa setiap warga binaan tetap memiliki martabat, hak, dan peluang memperbaiki diri. Pemasyarakatan lahir dengan semangat reintegrasi sosial dan mengembalikan manusia ke masyarakat dalam keadaan lebih baik dari sebelumnya.

Namun, perjalanan panjang pemasyarakatan tidak selalu mulus. Overkapasitas, keterbatasan sumber daya, serta stigma sosial menjadi tantangan yang terus membayangi. 

Di sinilah refleksi menjadi penting: apakah kita sudah sepenuhnya memaknai pemasyarakatan sebagai proses membina manusia, bukan sekadar mengurung badan? Apakah juga kita sudah sepenuhnya memahami bahwa produk dari pemasyarakatan juga akan bermanfaat dan berguna bagi masyarakat?

Mereka yang selama ini menjadi narapidana seakan kembali menjadi manusia yang utuh dan siap berproses menjadi lebih baik setelah melalui perjalanan mental dan spiritual yang panjang di Lembaga Pemasyarakatan.

Pemasyarakatan Hari Ini, Transformasi dan Humanisasi

Hari ini, pemasyarakatan berada pada fase transformasi. Melalui kebijakan yang lebih progresif, pendekatan pembinaan semakin menekankan aspek kepribadian, kemandirian, serta keterlibatan masyarakat. Balai Pemasyarakatan (Bapas) hadir mendampingi klien pemasyarakatan agar mampu beradaptasi dan kembali ke tengah kehidupan sosial.

Pendekatan yang humanis mulai diutamakan dan menjadi pedoman yang wajib dilaksanakan bagi petugas pemasayarakatan. Pembimbingan tidak lagi sekadar formalitas administratif, melainkan proses dialogis yang membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab. Suasana yang lebih kekeluargaan, ruang konsultasi yang nyaman, hingga program pelatihan keterampilan menjadi wujud konkret bahwa pemasyarakatan adalah tentang manusia dan masa depannya.

Di era digital, inovasi pelayanan pun terus dikembangkan. Transparansi, akuntabilitas, serta kemudahan akses informasi menjadi kebutuhan yang tak bisa dihindarkan. Masyarakat pun mulai dilibatkan dalam proses reintegrasi, karena keberhasilan pemasyarakatan sejatinya bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan tanggung jawab bersama.

Pemasyarakatan Nanti, Kolaborasi dan Harapan Ke depan, pemasyarakatan harus bergerak menuju sistem yang lebih adaptif dan kolaboratif. Tantangan sosial yang semakin kompleks dari penyalahgunaan narkotika, kejahatan siber, hingga persoalan sosial ekonomi yang menjadi lata belakang tindak pidana. Maka, pembinaan harus berbasis kebutuhan individu dan didukung kerja sama lintas sektor.

Pemasyarakatan masa depan adalah pemasyarakatan yang mengedepankan restorative justice, pemberdayaan, dan penerimaan sosial. Tanpa penerimaan masyarakat, proses pembinaan akan tumpul dan kehilangan makna. Stigma harus diganti dengan empati, serta prasangka diganti dengan peluang.

Kita perlu meyakini bahwa setiap orang berhak atas kesempatan kedua. Pemasyarakatan bukan hanya tentang mereka yang menjalani pidana, tetapi tentang bagaimana bangsa ini memandang nilai kemanusiaan. Ketika seseorang kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan kesadaran baru, di situlah keberhasilan sistem pemasyarakatan diuji.

Pemasyarakatan kemarin telah menanamkan fondasi filosofisnya. Pemasyarakatan hari ini sedang berbenah dan bertransformasi. Dan pemasyarakatan nanti semoga menjadi sistem yang semakin kuat, humanis, dan dipercaya serta memiliki dukungan yang kuat dari masyarakat. Sebab pada akhirnya, pemasyarakatan bukan sekadar institusi, ia adalah cermin peradaban.##

*Penulis : PNS Bapas Kelas I Banda Aceh dan Pengurus Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia Wilayah Aceh##

(Fortis)

  • Penulis: Ali Langsa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepatan Pemulihan Bencana, Walikota Langsa Menyalurkan Paket Bantuan Ke 32 Yatim/Piatu Di Pondok Pabrik.

    Percepatan Pemulihan Bencana, Walikota Langsa Menyalurkan Paket Bantuan Ke 32 Yatim/Piatu Di Pondok Pabrik.

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Kota Langsa: sijiaceh.com 30/12/2025 Pemerintah Kota (Pemko) Langsa, terus berupaya dan berjuang untuk percepatan pemulihan pasca bencana musibah banjir dan tanah longsor Aceh khusus di kota langsa, dengan berbagai upaya dalam kegiatan kepedulian Walikota Langsa kepada masyarakat, hingga paket bantuan disalurkan bagi anak yatim dan piatu. Terus berlanjut, Selasa (30/12-2025). “Disela menyerahkan paket bantuan Pasca […]

  • Malam Ramadan Jadi Medan Pengabdian, TNI Bangun Jembatan Bailey Pante Bidari

    Malam Ramadan Jadi Medan Pengabdian, TNI Bangun Jembatan Bailey Pante Bidari

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Ali Langsa
    • visibility 55
    • 0Komentar

    SijiAceh.Com | Aceh Timur  – Semangat pengabdian tanpa mengenal waktu kembali ditunjukkan prajurit TNI di wilayah jajaran Kodim 0104/Aceh Timur. Tidak hanya pada siang hari, bahkan selepas melaksanakan ibadah salat tarawih di bulan suci Ramadan, para prajurit tetap turun ke lapangan demi membantu masyarakat.   Danramil 20/Pante Bidari, Kapten Kav M. Irwan bersama Babinsa Koramil […]

  • Ribuan Warga Memadati Lapangan Merdeka Langsa Untuk Mengikuti Kegiatan Car Free Day (CFD),

    Ribuan Warga Memadati Lapangan Merdeka Langsa Untuk Mengikuti Kegiatan Car Free Day (CFD),

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle NASRUL C.JB
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Kota Langsa– SijiAceh.com– Ribuan warga memadati kawasan seputaran Lapangan Merdeka Kota Langsa untuk mengikuti berbagai kegiatan dalam semarak Car Free Day (CFD), Minggu (24/5/2026). Suasana penuh antusias dan kebersamaan terlihat sejak pagi hari dengan beragam aktivitas yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Program Car Free Day yang digagas langsung oleh Walikota dan Wakil Walikota Langsa, […]

  • Siji Aceh Dukung Demo Aliansi Rakyat Aceh Terkait Pencabutan Pergub Nomor 2 Tentang JKA

    Siji Aceh Dukung Demo Aliansi Rakyat Aceh Terkait Pencabutan Pergub Nomor 2 Tentang JKA

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Ali Langsa
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SijiAceh.Com | Kota Langsa 14/5/2026 Terkait pembubaran aksi Demo di depan kantor gubenur Aceh yang berakhir Ricuh,  Ketua Dewan Pengurus Wilayah Suara independen Jurnalis Indonesia (DPW SIJI) Aceh Muhammad.Ali C,JB mengecam Tindakan APH (Aparat Penegak Hukum) yang dinilai terlalu Refpresif. Dalam keteranganya kepada awak media “Muhammad Ali” menyatakan bahwa dirinya bersama sejumlah teman-teman yang tergabung dalam Organisasi DPW […]

  • FATAL!!! K3 DIINJAK-INJAK? PT. Fajar Baizuri &Brothers Diduga Abaikan Keselamatan, Nyawa Pekerja Dipertaruhkan

    FATAL!!! K3 DIINJAK-INJAK? PT. Fajar Baizuri &Brothers Diduga Abaikan Keselamatan, Nyawa Pekerja Dipertaruhkan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Ali Langsa
    • visibility 270
    • 0Komentar

    jum’at, 17 April 2026 SijiAceh.Com |Nagan Raya, Aceh — Praktik kerja yang diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kembali mencoreng wajah industri di Aceh. Kali ini, sorotan keras tertuju pada PT. Fajar Baizuri & Brothers yang beroperasi di kawasan Ceubreng, Babah Rot, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya.   Hasil Temuan awak media […]

  • Percepatan Proses Pemulihan Pasca Bencana Aceh Tamiang Terima Bantuan 9 Unit Skilld Loader dan Alat Pembersihan Lumpur

    Percepatan Proses Pemulihan Pasca Bencana Aceh Tamiang Terima Bantuan 9 Unit Skilld Loader dan Alat Pembersihan Lumpur

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Percepatan Proses Pemulihan Pasca Bencana Aceh Tamiang Terima Bantuan 9 Unit Skilld Loader dan Alat Pembersihan Lumpur SIJI ACEH.Com | ACEH TAMIANG –  Untuk kesekian kalinya, Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera, Tito Karnavian mengunjungi Aceh Tamiang, Jum’at, (23/01/2026). Didampingi Wakil Gubernur Aceh, M. Fadhullah, Tito menyerahkan bantuan percepatan proses pemulihan Aceh […]

expand_less LAGI