BKO Brimob Polda Aceh Bersama TNI Bangun Tujuh Jembatan Darurat di Wilayah Terisolir
- account_circle Said Yan Rizal
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- visibility 97
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BKO Brimob Polda Aceh Bersama TNI Bangun Tujuh Jembatan Darurat di Wilayah Terisolir
SIJI ACEH.Com | BANDA ACEH – Personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Satuan Brimob Polda Aceh dan Polres Aceh Tengah bersama TNI serta masyarakat membangun tujuh jembatan darurat di sejumlah wilayah terisolir pascabencana Kabupaten Aceh Tengah.
Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi A Chaniago dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan pembangunan jembatan darurat sebagai upaya percepatan pemulihan akses transportasi warga pascabencana.
“Pembangunan jembatan darurat merupakan wujud komitmen Polri bersama TNI dan masyarakat untuk memastikan akses warga kembali terbuka. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana,” ujarnya.
Jembatan darurat dibangun tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Desa Owaq dan Desa Umang di Kecamatan Linge. Serta Desa Gele Pulo di Kecamatan Bintang
“Berikutnya di Desa Paya Kolak dan Desa Kuyun di Kecamatan Celala. Serta di Desa Pilar dan Desa Mekar Maju, Kecamatan Rusip Antara. Semua desa tersebut merupakan wilayah terisolir akibat bencana,” ujar Erdi A Chaniago.
Perwira menengah Polri itu menyebutkan seluruh proses pembangunan jembatan darurat dilaksanakan secara gotong royong. Personel Polri bersama TNI dan masyarakat bahu membahu menyelesaikan pembuatan jembatan darurat tersebut.
“Kehadiran jembatan darurat tersebut mendapat respons positif dari warga karena kembali membuka akses mobilitas, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pascabencana,” kata Erdi A Chaniago
Ia menambahkan Polri akan terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam misi kemanusiaan, khususnya pada situasi darurat dan bencana alam.
“Pembangunan tujuh jembatan darurat tersebut diharapkan mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025 sekaligus memperkuat solidaritas antara aparat dan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah,” tandas Erdi A Chaniago.
(Red)
Penasehat DPW SIJI ACEH
(Said Yan Rizal)

- Penulis: Said Yan Rizal












Saat ini belum ada komentar