Terkait Dana Daging Megang Korban Terdampak Banjir Aceh Aktivis LSM BLH Angkat Bicara
- account_circle SIJI ACEH
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 224
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SijiAceh.Com | Kota Langsa 21/2/2026 Terkait Dana Daging Megang Korban Terdampak Banjir Aceh, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bungoeng Lam Jaroe (BLH) Zulfadli S Sos,i MM. Menilai, pusat hanya pandainya Ciptakan management konflik untuk Aceh Terkait Dana Pembagian Daging Megang Untuk Korban Terdampak Banjir Aceh.
Hal itu disampaikan oleh bung Zul disalah satu kafe ternama di kota langsa (warkop Gampong gayo) di jalan Ahmad yani tepatnya depan bank BSI Gampong tengoh Kota Langsa.
Zul mengatakan “saya melihat bantuan yang diberikan oleh pusat untuk aceh mengenai daging megang untuk korban terdampak banjir yang ada di aceh sangatlah tidak manusiawi, karena bantuan tersebut sangatlah minim jumlahnya sementara masyarakat kota langsa sangat banyak yang terdampak korban banjir.
Jika kita melihat secara cermat bersama-sama tentang pembagian daging megang korban terdampak banjir di desa-desa yang ada di kota langsa sangatlah sedikit, kalau saya tafsirkan dengan takaran hanya mendapatkan 1 KK 1/2 kilogram daging.
Lanjut bung zul, kembali saya mencermati korban terdampak banjir di kota langsa-aceh, yang terdampak itu masyarakat di kota langsa sudah tidak bisa dihitung sama jari lagi malah semua penduduk kota langsa korban dari terdampak banjir itu sendiri.
Disinyalir ada berapa ratus orang saja yang tidak terkenak banjir, namun untuk itu mereka korban salah satu terdampak banjir di karenakan mereka tidak bisa belanja lagi pada masa banjir tersebut.
Lalu saya menganalisis cara pembagian duit bantuan tersebut yang nominalnya Rp 1.029.500.000 ( satu meliar dua puluh sembilan juta lima ratus ribu rupiah) sangatlah kurang dari jumlah KK yang terdampak banjir di kota langsa.
Hal ini saya rasa ada dugaan di berikan PR (Pekerjaan Rumah) untuk kepala daerah oleh pusat atau boleh saya katakan di ciptakan manajemen konflik dari pusat untuk daerah sehingga kepala daerah kota langsa menjadi gaduh antara dirinya dan masyarakatnya. Ujar Aktivis Bungoeng Lam Jaroe tersebut.
Zul menerangkan kembali, saya harap wali kota langsa harus kembali usulkan dengan surat kepada bapak presiden, “dengan mengatakan” boleh gak pak kalau bisa uang bantuan dari bapak untuk megang buat korban terdampak banjir yang jumlahnya 1M lebih kita gantikan dengan pembelian daging ayam potong saja (kan tetap daging) karena uang segitu tentu sangat kurang pak.
Mungkin pak prabowo selaku presiden gak akan marah, karena kita mengusulkan bukan untuk protes, mungkin dengan masukan itu bapak presiden RI akan menerima usulan wali kota langsa. Ungkap bung zul sambil menutup pembicaraanya(*)
(Team-Redaksi)
- Penulis: SIJI ACEH












Saat ini belum ada komentar