DI TENGAH KETERBATASAN, MAHMUDI BERTAHAN !! Kisah Pilu Penyandang Disabilitas di Lhoksukon yang Menanti Kepedulian Pemerintah
- account_circle Team barat selatan
- calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rabu, 28 Oktober 2026
www.siji.or.id
LHOKSUKON, ACEH UTARA — Di tengah kerasnya perjuangan hidup, Mahmudi (34), seorang penyandang disabilitas fisik atau tuna daksa asal Desa Nga Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, masih menyimpan harapan besar.
Di balik keterbatasan fisik yang dimilikinya, ia terus berjuang menjalani kehidupan dan berharap suatu hari dapat meraih masa depan yang lebih baik.
Namun, perjuangan itu tidaklah mudah. Kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarganya membuat Mahmudi harus berjuang di tengah keterbatasan, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, ia berharap perhatian dan bantuan nyata dari pemerintah serta para dermawan agar dapat menjalani hidup dengan lebih layak dan mandiri.
Dengan nada sedih, Mahmudi menyampaikan harapannya kepada Gubernur Aceh, Ketua DPRA, Bupati Aceh Utara, Ketua DPRK Aceh Utara, serta Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara agar sudi melihat langsung kondisi kehidupannya.
“Jangankan untuk biaya perjalanan menemui Bapak Bupati Aceh Utara di kantor bupati, untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kami masih kesulitan,” ungkap Mahmudi saat dikonfirmasi awak media www.jurnalinvestigasimabes.com dan www.siji.or.id,www.sergapkriminal.com,Selasa (27/10/2026).
Keterbatasan Fisik Tak Memadamkan Semangat untuk Bertahan Hidup
Mahmudi menceritakan bahwa dirinya mengalami keterbatasan fisik sejak berusia sekitar dua tahun. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan imunisasi polio yang diterimanya pada 1994.
Pernyataan itu merupakan penuturan pribadi Mahmudi dan belum dapat dipastikan sebagai kesimpulan medis.
Meski harus menjalani kehidupan dengan keterbatasan fisik, Mahmudi mengaku tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang lain.
Sejak duduk di bangku SMP, ia pernah tinggal bersama neneknya yang kini telah meninggal dunia. Saat ini, ia kembali tinggal bersama kedua orang tuanya.
Di balik kisah hidupnya, tersimpan tekad kuat untuk tetap berjuang.
Mahmudi ingin memperoleh kesempatan agar bisa mengembangkan kemampuan, memiliki usaha, dan memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri.
Baginya, keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti berharap.
Namun, perjuangan tersebut membutuhkan dukungan dan kesempatan yang nyata.
Berharap Kendaraan Disabilitas atau Modal Usaha
Mahmudi berharap pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, dapat memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Ia secara khusus mengharapkan fasilitas kendaraan yang ramah bagi penyandang disabilitas atau bantuan modal usaha yang layak.
Bantuan tersebut diharapkan bukan sekadar meringankan beban untuk sementara, melainkan menjadi jalan bagi Mahmudi untuk bergerak, berusaha, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.
“Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Saya ingin mendapatkan kesempatan untuk berusaha dan memperjuangkan cita-cita saya di masa depan,” demikian harapan Mahmudi.
Pemerintah Diminta Hadir, Kepedulian Jangan Berhenti pada Kata-Kata
Kisah Mahmudi menjadi pengingat bahwa penyandang disabilitas yang hidup dalam kesulitan ekonomi membutuhkan perhatian yang konkret.
Mereka bukan hanya membutuhkan rasa iba, tetapi juga akses terhadap bantuan sosial, fasilitas yang sesuai, pelatihan keterampilan, kesempatan bekerja, dan dukungan usaha.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Pemerintah Aceh, serta instansi terkait diharapkan dapat meninjau kondisi Mahmudi secara langsung, melakukan verifikasi kebutuhan, dan mempertimbangkan bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepada para dermawan dan masyarakat luas, kepedulian juga dapat diwujudkan melalui bantuan yang tepat sasaran agar Mahmudi memiliki peluang untuk memperbaiki taraf hidupnya.
Mahmudi tidak meminta belas kasihan semata.
Ia berharap memperoleh kesempatan untuk berjuang, berdiri dengan kemampuannya sendiri, dan menatap masa depan dengan lebih baik.
Semoga ada tangan-tangan tulus yang tergerak untuk membantu.
Sebab, bagi seseorang yang tengah berjuang di tengah keterbatasan, sebuah bantuan yang tepat dapat menjadi awal dari perubahan besar dalam hidupnya.
Redaksi mengharapkan perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait, serta membuka ruang bagi pemerintah maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi dan informasi mengenai program bantuan yang dapat diakses oleh Mahmudi.
- Penulis: Team barat selatan













