Pasca bencana Banjir Warga Dusun Alu Buloh & Padang Kasap Gampong Alu Ie Mirah Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur Keluhkan Lambanya Pemerintah Gampong Dalam Penanganan HUNTARA
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 173
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pascabencana Banjir Warga Dusun Gampong Alu Buloh & Padang Kasap Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur Keluhkan Lambanya Pemerintah Gampong Dalam Penanganan HUNTARA
SIJI ACEH.Com | Aceh Timur – Warga Dusun Alu Buloh dan Padang Kasap Desa Alu Ie Mirah Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur mengeluhkan lambanya pemerintah Desa (Gampong) setempat dalam penanganan Batuan Hunian Sementara (Huntara) Senin 26 Januari 2026.
Keterangan yang di peroleh dari beberapa warga setempat menyebutkan, dusun mereka belum ada tanda-tanda akan di bangunya Huntara di 2 dusun tersebut.

“Belum ada sebatang besipun terlihat di dusun kami sebagai tanda pembuatan Huntara” ungkap salah satu warga dan di iakan oleh beberapa warga lainya.
Padahal dusun kami termasuk paling parah terdampak musibah banjir 26 November 2026 yang lalu,

Menurut warga penyebab belum terealisasinya pembangunan Huntara tersebut adalah di karenakan
1. Lambanya Pemerintah Desa (Gampong) setempat.
2. Pemerintah Desa (Gampong) meminta Fie dalam setiap pembangunan Huntara
3. Pendataan yang pilih kasih (Tebang pilih)
Sa’at di konfirmasi awak media ini Kepala Desa (“Geuchik Anwar”) menyebutkan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Terkait lambanya pembangunan Huntara Anwar menjelaskan, tugas kami mendata dan menyerahkan data tersebut ke dinas terkait, masalah kapan di bangun itu bukan wewenang kami selaku perangkat desa.
“Mengenai Fie Anwar mengatakan kami (aparat desa) sama sekali tidak meminta Fie atas pembangunan Huntara tersebut dan masalah pendataan yang tebang pilih beliau menjelaskan, ada beberapa warga yang tinggal satu rumah mempunyai 3 KK dan mereka meminta 3 Huntara dan hal tersebut belum dapat di penuhi,” ujarnya.
Lebih lanjut Anwar menjelaskan, yang belum mendapat Huntara akan di data pada tahap ke 2.

Terkait hal ini, pihak rekanan CV Intan Cahaya Perkasa selaku pelaksana pembangunan Huntara Yang di tunjuk oleh BNPB 2 Minggu yang lalu menjelaskan, lambanya pembangunan Huntara di 2 dusun tersebut akibat keterbatasan tenaga kerja dan bahan baku yang langka.
Kami sudah mengambil inisiatif untuk menggunakan tenaga kerja lokal (warga setempat) untuk pembangunan Hutara di 2 dusun tersebut dan kami sudah mulai memasukan matrial untuk itu.
Hingga berita ini naik tayang ke Redaksi, pihak media belum melihat tanda-tanda akan di bangunya Hutara di 2 dusun tersebut. (*)
(Red)
Penasehat DPW SIJI ACEH
(Said Yan Rizal)

- Penulis: Redaksi
















Saat ini belum ada komentar