828533
Berita
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Diduga Melenceng dari Kebutuhan Proposal, Bantuan CSR PT. Mifa Bersaudara Berujung Dikembalikan Kelompok Nelayan ke kantor

  • account_circle Team barat selatan
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • visibility 205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

www.SijiAceh.Com

Selasa, 29 September 2026

Nelayan : Kami Menunggu Lebih dari Setahun, Tetapih Bantuan yang Datang Justru Tak Sesuai Kebutuhan kelompok

 

ACEH BARAT – Program bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Mifa Bersaudara untuk Kelompok Nelayan Lumba-Lumba Putih Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, menuai protes keras dari sejumlah anggota kelompok nelayan.

 

Persoalan mencuat saat penyerahan bantuan pada  Senin, 28 September 2026, di Desa Suak Indrapuri. Bantuan tersebut diserahkan oleh Habibie, karyawan bagian Humas PT.Mifa Bersaudara, bersama BUMG PINANG JAYA Yang Bertempat Di Desa Pasi Pinang, Kec. Mereubo, kab. Aceh Barat sebagai subvendor, kepada indra Kirana selaku Pj. Panglima Laot Lhok Desa Suak Indrapuri.

Namun, bukannya disambut dengan sukacita, proses penyerahan justru diwarnai kekecewaan dan protes anggota Kelompok Nelayan Lumba-Lumba Putih.

Sejumlah nelayan mempertanyakan mengapa barang yang diterima dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan mereka maupun proposal permohonan bantuan yang sebelumnya telah diajukan kepada PT. Mifa Bersaudara.

 

Ironisnya, menurut keterangan anggota kelompok, mereka telah menunggu proses bantuan tersebut selama kurang lebih satu tahun lebih.

Akan tetapi, ketika bantuan akhirnya diserahkan, barang yang diterima justru dipersoalkan karena dinilai tidak dapat menunjang aktivitas nelayan tradisional di laut.

“Kalau Tidak Bisa Digunakan, Untuk Apa Diberikan?”

 

Zulkifli, salah seorang anggota Kelompok Nelayan Lumba-Lumba Putih, menyampaikan kekecewaannya.

 

Menurutnya, apabila bantuan yang bersumber dari program CSR perusahaan tidak sesuai kebutuhan nelayan dan tidak dapat digunakan untuk menunjang aktivitas melaut, maka tujuan pemberdayaan masyarakat menjadi patut dipertanyakan.

 

“Kalau barang-barang bantuan untuk kelompok nelayan ini tidak sesuai kebutuhan dan tidak bisa dipergunakan, untuk apa diberikan? Sama saja kami merasa tidak dihargai,” ujar Zulkifli.

 

Ia berharap program CSR benar-benar diarahkan untuk membantu nelayan tradisional agar dapat meningkatkan produktivitas dan perekonomian keluarga, bukan sekadar menjadi kegiatan penyerahan bantuan secara seremonial.

Menurutnya, bantuan seharusnya mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat penerima manfaat.

 

Nelayan Kecewa, Bantuan Dinilai Sekadar Seremonial

 

Senada dengan Zulkifli, Afandi, anggota Kelompok Nelayan Lumba-Lumba Putih, mengaku sangat kecewa.

 

Ia menilai bantuan yang diterima tidak menjawab kebutuhan kelompok nelayan untuk menjalankan aktivitas mencari ikan dan udang di laut.

 

Afandi berharap perusahaan melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bantuan CSR, khususnya proses verifikasi kebutuhan sebelum barang diserahkan kepada kelompok penerima.

 

“Jangan sampai bantuan hanya terlihat bagus dalam laporan atau seremonial, tetapi ketika diterima masyarakat justru tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

 

Nelayan Minta Dihargai, Bukan Diberi Bantuan Asal Jadi

 

Sementara itu,Arjuna, anggota kelompok nelayan, meminta PT.Mifa Bersaudara lebih serius mendengar kebutuhan nelayan tradisional pesisir.

Ia menegaskan bahwa masyarakat nelayan bukan sekadar membutuhkan bantuan, tetapi membutuhkan bantuan yang benar-benar dapat digunakan untuk bekerja.

 

“Jangan memberikan bantuan asal-asalan yang tidak sesuai kebutuhan. Kami ini nelayan tradisional. Bantuan yang diberikan seharusnya bisa dipergunakan untuk mencari rezeki di laut,” kata Arjuna.

 

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut mata pencaharian masyarakat pesisir.

 

Nelayan Keluhkan Dugaan Material Batu Bara Masuk ke Hasil Tangkapan

 

Di sisi lain,Hasbi, Anggota Kelompok Nelayan Lumba-Lumba Putih, juga menyampaikan persoalan lain yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.

 

Ia mengaku saat melakukan aktivitas menangkap udang di laut, beberapa kali menemukan material yang disebutnya menyerupai limbah batu bara bercampur dengan hasil tangkapan.

 

Menurut Hasbi, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas perairan dan hasil tangkapan nelayan di sekitar Desa Suak Indrapuri.

 

Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas operasional bongkar muat kapal pengangkut batu bara di kawasan tersebut.

 

Namun, dugaan kuat  mengenai sumber material Limbah batu bara tersebut berasal dari aktivitas Operasional Bongkar muat Material Batu Bara dari kapal Tak’Boat diangkut ke dalam kapal Fesel milik PT. Mifa Bersaudara.

 

“Kalau hasil tangkapan kami bercampur dengan material Limbah batu bara seperti itu, tentu kami sangat kecewa dan khawatir.  Akan Hasil tangkapan yang terus semakin berkurang dan kami yang menggantungkan hidup dari laut yang merasakan dampaknya,” ujar Hasbi.

 

Bantuan Dikembalikan ke Kantor Perusahaan

 

Sementara itu, Indra Kirana, selaku Pj. Panglima Laot Lhok Desa Suak Indrapuri, membenarkan adanya kekecewaan terhadap bantuan yang diserahkan.

 

Ia mengatakan, kelompok nelayan sebelumnya telah mengajukan proposal permohonan bantuan kepada PT.Mifa Bersaudara dan menunggu proses tersebut selama kurang lebih satu tahun.

 

Namun setelah bantuan diterima, kelompok menilai barang yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan sebagaimana yang diajukan dalam proposal.

 

Atas pertimbangan tersebut, kelompok kemudian mengambil keputusan untuk mengembalikan bantuan tersebut kepada PT. Mifa Bersaudara.

“Kalau bantuan tersebut tidak sesuai kebutuhan nelayan dan tidak dapat digunakan sebagaimana tujuan pengajuan proposal, kami memilih mengembalikannya.

Kami berharap perusahaan dapat mengevaluasi kembali bantuan sesuai kebutuhan kelompok,” ujar Indra Kirana.

 

Sekretaris Kelompok : Jangan Sampai Bantuan Justru Memicu Konflik

 

Wirdi, sekretaris Kelompok Nelayan Lumba-Lumba Putih, juga mengungkapkan kekecewaannya.

 

Ia menilai bantuan yang tidak sesuai kebutuhan berpotensi menimbulkan persoalan baru di internal kelompok.

 

Menurutnya, daripada bantuan yang tidak dapat digunakan tersebut menjadi sumber perdebatan antar anggota, kelompok memilih mengembalikannya kepada pihak perusahaan.

 

“Kami tidak menolak bantuan. Yang kami persoalkan adalah kesesuaian bantuan dengan kebutuhan kelompok. Kalau memang tidak bisa digunakan untuk aktivitas nelayan, lebih baik kami kembalikan daripada nantinya menimbulkan masalah di antara anggota,” tegas Wirdi.

 

CSR Jangan Berhenti pada Seremonial

 

Persoalan ini menjadi catatan penting bagi pelaksanaan program CSR perusahaan di tengah masyarakat pesisir.

 

Diduga PT.Mifa Bersaudara sendiri secara terbuka Pernah menyatakan bahwa program pemberdayaan masyarakat mencakup sektor perikanan serta berbagai program ekonomi masyarakat.

 

Karena itu, keluhan Kelompok Nelayan Lumba-Lumba Putih patut menjadi bahan evaluasi agar proses perencanaan, verifikasi kebutuhan, pengadaan hingga penyerahan bantuan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

 

Terlebih, program CSR pada prinsipnya bukan hanya soal berapa banyak bantuan yang diserahkan, tetapi juga mengenai seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,  ( Red).

 

Kini pertanyaannya sederhana : apakah bantuan CSR tersebut memang telah sesuai dengan proposal dan kebutuhan Kelompok Nelayan Lumba-Lumba Putih, atau justru terjadi ketidaksesuaian dalam proses pengadaan dan penyalurannya ?

 

Publik tentu berharap persoalan ini tidak berhenti pada saling menyalahkan. Pihak perusahaan diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar pengadaan barang, kesesuaiannya dengan proposal, pihak yang melakukan verifikasi kebutuhan, serta mekanisme penyaluran bantuan tersebut.

 

Sebab bagi nelayan tradisional, bantuan bukan sekadar barang untuk difoto saat serah terima. Bantuan harus benar-benar bisa dipakai untuk bekerja, melaut, dan menopang kehidupan keluarga,(Red).

 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT. Mifa Bersaudara belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan bantuan yang dipersoalkan tersebut dinilai tidak sesuai proposal oleh kelompok nelayan. Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka.

  • Penulis: Team barat selatan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dibawah Komando letkol INF Novi Widianto, TMMD 128 Rampungkan Seluruh Sasaran Tanpa Sisa

    Dibawah Komando letkol INF Novi Widianto, TMMD 128 Rampungkan Seluruh Sasaran Tanpa Sisa

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle SatuAceh
    • visibility 122
    • 0Komentar

    SijiAceh.Com | Aceh Timur – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0104/Aceh Timur di Desa Alue Canang, Kecamatan Birem Bayeun, resmi menuntaskan seluruh sasaran fisik hingga mencapai 100 persen.Selasa (19/05/2026). Tidak hanya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), seluruh sasaran lain seperti pembangunan MCK, pembukaan dan pengerasan jalan, serta fasilitas pendukung lainnya […]

  • LSM BLH Klarifikasi Terkait Surat Dugaan Makan Kurang Sehat Terhadap Yayasan Pemuda Santri Kejuruan Muda

    LSM BLH Klarifikasi Terkait Surat Dugaan Makan Kurang Sehat Terhadap Yayasan Pemuda Santri Kejuruan Muda

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Ali Langsa
    • visibility 269
    • 0Komentar

    SijiAceh.Com | Aceh Tamiang  Sehubungan dengan surat dari pihak LSM (Lembaga Suwadaya Masyarakat) Bungoeng Lam Jaroe (BLJ) ke pada pimpinan yayasan pemuda satri di desa bukit rata kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. Maka dengan ini pihak dari LSM Bungong Lam JAROE meminta maaf karena kami (pihak LSM BLJ) pernah melaporkan kepada aparat hukum terkait […]

  • Menhan Sjafrie Tinjau Latsarmil Komcad ASN di Brigif 1 Marinir, Tekankan Disiplin dan Loyalitas Negara

    Menhan Sjafrie Tinjau Latsarmil Komcad ASN di Brigif 1 Marinir, Tekankan Disiplin dan Loyalitas Negara

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Team barat selatan
    • visibility 149
    • 0Komentar

        Rabu, 29 April 2026 ( SIJI NAGAN RAYA), CILANDAK – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta, pada Rabu (29/4), untuk meninjau Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) ASN kementerian dan lembaga Sebanyak 280 peserta dari 16 instansi mengikuti pelatihan ini. Menhan menyaksikan demonstrasi peserta berupa […]

  • Aktifitas Bongkar Muat di pelabuhan ujung karang Meulaboh diduga ILEGAL, KSOP DAN PENGAWASAN K3 DISOROT

    Aktifitas Bongkar Muat di pelabuhan ujung karang Meulaboh diduga ILEGAL, KSOP DAN PENGAWASAN K3 DISOROT

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    ACEH BARAT, | SijiAceh.Com 3/9/2026 – Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Ujung Karang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat masih berlangsung hingga saat ini. Padahal berdasarkan data yang dihimpun, izin pengelolaan oleh PT. Pelabuhan Indonesia II/Pelindo sudah nonaktif dan belum ada izin operasi baru dari Kementerian Perhubungan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait legalitas operasional pelabuhan, peran KSOP Kelas IV Meulaboh, serta pemenuhan aspek Keselamatan dan Kesehatan […]

  • Pengurus Baru KONI Kota Langsa Resmi Dilantik, Siap Bangkitkan Prestasi Olahraga

    Pengurus Baru KONI Kota Langsa Resmi Dilantik, Siap Bangkitkan Prestasi Olahraga

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle SatuAceh
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Kota Langsa –SijiAceh.com- Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Langsa masa bakti 2025–2029 resmi dilantik di Gedung Multiguna Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Sabtu malam (23/5/2026). Pelantikan dilakukan atas nama Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri, yang diwakili Sekretaris Umum KONI Aceh, Akhyar, serta dihadiri unsur Forkopimda, DPRK Langsa, Rektor dan Wakil Rektor Unsam, pimpinan […]

  • Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Langsa, Momentum Perkuat Semangat Nasionalisme

    Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Langsa, Momentum Perkuat Semangat Nasionalisme

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle SatuAceh
    • visibility 129
    • 0Komentar

        Kota Langsa – SijiAceh.com–Pemerintah Kota Langsa menggelar Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Pendopo Wali Kota Langsa, Senin (1/6/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Walikota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, SE, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Danki Produksi Kodim 0104/Aceh Timur, Lettu Inf Sahraji. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK […]

expand_less LAGI